Home > Geomatika, Surveying > Keamanan dalam melakukan pengukuran lapangan (Surveying)

Keamanan dalam melakukan pengukuran lapangan (Surveying)


Dalam pekerjaannya, terutama saat di lapangan, seorang surveyor terkadang berada dalam lingkungan yang ekstrim dan rentan terhadap bahaya. Oleh karena itu, penting bagi seorang surveyor untuk sadar akan beberapa bahaya ini dan mengambil langkah pencegahan.

Keamanan surveyor pada zona konstruksi dan jalan
Salah satu kondisi yang biasa dihadapi seorang surveyor adalah tatkala melakukan pengukuran di jalan raya atau tempat yang berhubungan dengan jalan raya tersebut. Di tempat tersebut, banyak kendaraan yang melaju dengan cepat sehingga besar resiko terjadinya kecelakaan saat bekerja. Tempat bekerja lain yang rawan insiden adalah area konstruksi. Di area ini, banyak alat-alat berat yang sangat berbahaya, diperparah dengan buruknya kondisi pendengaran akibat kebisingan dan rendahnya daya penglihatan mata, baik karena adanya debu maupun halangan lainnya, semuanya ini disebabkan oleh aktivitas konstruksi.

Safety Precaution at Surveying (Pic source: landsurveyorsunited.com)

Safety Precaution at Surveying (Pic source: landsurveyorsunited.com)

Langkah keamanan yang dapat diambil untuk mengatasi situasi ini adalah dengan melakukan perencanaan yang matang. Sebisa mungkin hindari melakukan pengukuran di area-area yang rawan. Jika hal ini tidak bisa dihindari, maka rompi safety berwarna orange fluorescent (bercahaya saat disorot lampu) sebaiknya selalu digunakan. Bahan dengan warna yang sama juga sebaiknya dipasang pada perlengkapan survey sehingga lebih kelihatan.
Pada beberapa kondisi, seperti survey yang dilakukan di pinggir jalan, dapat digunakan cones atau barikade di sekitar tempat pengukuran untuk memberikan tanda kepada para pengguna jalan.

Keamanan surveyor pada kondisi lainnya
Kondisi berbahaya lain yang mungkin dihadapi surveyor adalah terkait masalah cuaca, seperti ekspos berlebihan terhadap cahaya matahari. Cahaya matahari dapat menyebabkan beberapa masalah serius seperti kanker kulit, memerahnya kulit, dehidrasi, dan heatstroke (kondisi demam akibat kepanasan). Langkah pencegahan yang dapat diambil adalah dengan mengkonsumsi banyak cairan, dan menggunakan topi dan sunscreen. Bahkan pada hari sangat panas, pengukuran sebaiknya dilakukan pada pagi hari dan dihentikan pada siang hari.

Saat melakukan survey di alam liar, ada hal-hal yang perlu diwaspadai seperti binatang liar, ular dan serangga beracun, dan tumbuhan beracun. Seorang surveyor juga perlu untuk memiliki pengetahuan akan bahaya-bahaya yang diperkirakan akan ditemui di area survey. Langkah pencegahan yang dapat dilakukan untuk masalah ini adalah dengan memakai pakaian dan sepatu boot yang protektif dan membawa spray serangga.

Selain bahaya-bahaya yang telah disebutkan di atas, masih banyak bahaya-bahaya lain yang tidak dapat disebutkan, maka perlu untuk selalu waspada akan bahaya yang akan dihadapi dan selalu mengikuti standar keamanan. Salah satu hal esensial yang harus dibawa oleh surveyor adalah perlengkapan P3K yang mencakup antiseptik, perban dan perlengkapan lainnya untuk mengobati kecelakaan yang minor. Sebuah tim survey juga perlu dilengkap dengan telepon tanpa kabel untuk situasi yang serius dan nomor-nomor darurat sudah disimpan untuk siap digunakan kapan saja.

Sumber:

Ghilani, Charles D., Wolf, Paul R. 2002. Elementary Surveying: An Introduction to Geomatics.Prentice hall: New Jersey

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: