Home > Geomatika, Hidrografi > Pengamatan Pasang Surut (Pasut)

Pengamatan Pasang Surut (Pasut)


Tujuan pengamatan pasang surut (pasut) secara umum adalah sebagai berikut (Djaja, 1989):

  1. Menentukan permukaan air laut rata-rata (MLR) dan ketinggian titik ikat pasut (tidal datum plane) lainnya untuk keperluan survey rekayasa dengan melakukan satu sistem pengikatan terhadap bidang referensi tersebut.
  2. Memberikan data untuk peramalan pasut dan arus serta mempublikasikan data ini dalam table tahunan untuk arus dan pasut.
  3. Menyelidiki perubahan kedudukan air laut dan gerakan kerak bumi.
  4. Menyediakan informasi yang menyangkut keadaan pasut untuk proyek teknik.
  5. Memberikan data yang tepat untuk studi muara sungai tertentu.
  6. Melengkapi informasi untuk penyelesaian masalah hokum yang berkaitan dengan batas-batas wilayah yang ditentukan berdasarkan pasut.

Pasang surut (pasut) sebenarnya tidak terkait secara langsung dengan penentuan posisi horizontal, namun demikian akan sedikit diuraikan karena terkait dengan posisi vertikal atau kedalaman dasar perairan. Secara tidak langsung kedalaman suatu perairan akan dipertanyakan di lokasi mana kedalaman tersebut. Hal ini berarti posisi (x,y) dari dasar perairan tersebut dimana. Jadi antara kedalaman dan posisinya ada keterkaitan secara tidak langsung.

Penentuan letak rambu pasang surut yang ideal mungkin agak sulit dipenuhi, artinya air yang kena rambu benar-benar tenang tidak terpengaruh oleh ombak yang besar, angin topan, dan sebagainya. Untuk keperluan peletakan rambu atau stasiun pasang surut dapat mengikuti criteria yang diuat oleh IOC (International Oceanographic Comission) yaitu (BAKOSURTANAL, 2002):

  1. Tersedia informasi awal tentang kondisi lokasi
    1. Lokasi pengamatan aman dari pengembangan pelabuhan, sehingga dimungkinkan stasiun permanen minimal satu perioda panjang yaitu 18,6 tahun.
    2. Tidak terletak diujung tanjung yang lancip
    3. Stabil dan terlindung dari ombak besar, angin topan, dan lalu lintas kapal
    4. Kedalaman air minimum dua meter di bawah permukaan laut terendah
      1. Jauh dari muara sungai yang kemungkinan bisa mempercepat pengendapan seperti estuary dan hindari daerah berarus besar
Categories: Geomatika, Hidrografi Tags: ,
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: