Sistem Koordinat


Berikut artikel yang saya kutip dari Ir. Umaryono purworahardjo (2000:1)

Dalam surveying dan geodesi, sistem koordinat dibedakan ke dalam sistem koordinat dua dimensi (2D) dan sistem koordinat tiga dimensi (3D).

Sistem koordinat 2D digunakan untuk menyatakan posisi mendatar pada bidang datar/mendatar atau pada permukaan bola atau ellipsoida bumi. Contohnya adalah sistem kooordinat kartesian siku-siku, sistem koordinat polar, dan sistem koordinat kurva linier siku-siku.

Sistem koordinat kartesian siku-siku contohnya adalah sistem koordinat lokal di mana sumbu-sumbu koordinatnya didefinisikan sembarang; sistem koordinat umum dimana sumbu-sumbu koordinatnya didefinisikan menurut sistem proyeksi. Misalnya sistem koordinat proyeksi Polyeder, Mercator,  UTM dan TM-3o. Sistem koordinat kurva linier siku-siku misalnya sistem koordinat Cassini.

Sistem koordinat 3D digunakan untuk menyatakan posisi titik dalam ruang (di muka bumi). Sistem koordinat 3D dibedakan ke dalam sistem koordinat kartesian ruang yang geosentrik dan sistem koordinat geodetik ruang. Kedua sistem tersebut digolongkan sebagai sistem koordinat global. Di samping itu terdapat sistem koordinat 3D yang digolongkan sebagai sistem koordinat 3D lokal yaitu sistem koordinat toposentrik.

  1. kang Azenk
    September 14, 2012 at 9:17 am

    mas ada gambare gak???
    hehehehe

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: