Home > Pemetaan Digital > Pengantar Pemetaan Digital (Digital Mapping Introduction)

Pengantar Pemetaan Digital (Digital Mapping Introduction)


Pemetaan berasal dari kata dasar peta. Peta secara umum merupakan gambaran konvensional permukaan bumi yang didatarkan dalam bentuk dua dimensi yang memiliki kelengkapan tertentu seperti skala, legenda dan lain sebagainya.

Penambahan imbuhan awal pe- dan akhiran –an menjadikan perubahan makna menjadi proses  pembuatan peta, yaitu menjadikan permukaan bumi yang lengkung dan berrelief menjadi datar dengan skala tertentu.

Digital memiliki makna bahwa seseuatu yang dikaitkan dengan kata digital berhubungan dengan penggunaan angka-angka dalam prosesnya. Sistem digital yang paling sederhana adalah system bilangan biner yaitu 0 dan 1. Dari angka biner inilah dikembangkan menjadi program-program computer yang canggih sebagaimana yang digunakan dalam proses pemetaan.

Maka secara sederhana pemetaan digital bisa disimpulkan sebagai proses pembuatan peta dengan bantuan computer.

Proses Pembuatan Peta

Proses pembuatan peta secara umum bisa dikelompokkan menjadi tiga proses utama, yaitu:

Pengukuran atau pengumpulan data

Proses ini dilakukan dengan melakukan pengukuran langsung di lapangan maupun secara jarak jauh. Berikut beberapa metode yang bisa dilakukan:

  1. Terestris, pengukuran dilakukan secara manual atau analog menggunakan theodolit atau secara digital menggunakan Total Station.
  2. Fotogrammetri, pengumpulan data dilakukan dengan pengambilan foto dari udara (aerial photography). Proses ini dulu dilakukan secara manual menggunakan kamera berfilm negative. Namun saat ini sudah mulai dilakukan secara digital menggunakan kamera digital.
  3. Penginderaan Jauh (remote sensing), pengambilan data penginderaan jauh dilakukan secara digital oleh kamera beresolusi tinggi yang dipasang di satelit. Setelah itu, data ditransmisikan ke Stasiun Pengamatan di Bumi.

Pengolahan data hasil pengukuran

Pengolahan data yaitu mengubah data-data hasil pengukuran menjadi data-data yang reliable atau diperlukan dalam penyajian data. Misalnya dari data sudut dan jarak bisa didapatkan data koordinat. Beberapa metode yang bisa digunakan:

  1. Terestris, pengolahan data dilakukan secara manual (tanpa menggunakan kalkulator atau mic. Excel) mapun secara digital (menggunakan kalkulator atau mic. Excel)
  2. Fotogrametri, pengolahan data dapat dilakukan secara manual yaitu dengan menggunakan stereoskop untuk membentuk model 3 dimensi atau dengan cara digital malalui bantuan software (photogrammetry workstations)
  3. Penginderaan jauh, pengolahan data dilakukan murni secara digital yaitu dengan batuan software seperti ENVI, ERDAS dan lain sebagainya

Penyajian data

Penyajian data yaitu menjadikan data yang sudah diolah bisa digunakan untuk sumber informasi maupun pengambilan keputusan. Penyajian data bisa dilakukan sebagai beriktu:

  1. Terestris, data yang sudah diolah digambar di kertas millimeter (manual) atau bisa digambar di software seperti AutoCAD (digital)
  2. Fotogrametri, penyajian data secara digital bisa menggunakan software.
  3. Pengideraan jauh, penyajian datanya juga dilakukan secara digital menggunakan software.

Dari berbagai metode di atas, bisa disimpulkan berbagai proses pemetaan:

  • Manual, bila ketiga proses di atas (pengumpulan data, pengolahan dan penyajian) dilakukan secara manual
  • Semidigital, bila menggabungkan kedua cara, manual maupun digital dalam ketiga proses utama di atas.
  • Digital, bila ketiga proses di atas menggunakan cara digital.

Keuntungan dan kerugian Pemetaan digital dibanding pemetaan non digital

Perbedaan antara kedua metode pemetaan ini akan dijabarkan sebagai berikut:

Keuntungan:

Proses pemetaan lebih cepat

Contoh: pemetaan provinsi dengan penginderaan jauh akan lebih cepat diselesaikan dibanding melakukan pengukuran secara terestris.

Pembuatan peta lebih murah

Pada pemetaan area luas (skala kota/kabupaten), pemetaan manual memerlukan waktu lama sehingga otomatis akan menghabiskan lebih banyak biaya. Selain itu, cara manual memerlukan banyak alat yang akan banyak menghabiskan biaya pembelian, penyewaan ataupun perawatan. Sedangkan cara digital sangat efisien untuk pemetaan area yang luas.

Media penyimpanan jauh lebih kecil

Peta digital dapat disimpan di harddisk yang ukurannya kecil dibanding peta analog yang memerlukan bahkan satu ruang untuk menampung jumlah peta yang dapat disimpan di satu harddisk

Praktis penggunaannya

Peta digital dapat dibawa ke mana-mana bahkan di dalam handphone sekalipun sehingga tidak repot ketika menggunakannya.

Mudah di update

Karena sifatnya digital, maka peta tersebut dapat ditambahkan informasi tambahan lainnya dengan menggunakan software dan tidak harus memulai pembuatan peta dari awal.

Kerugian:

  1. Beresiko terserang virus
  2. Media penampil peta digital (laptop, HP, GPS) relative mahal
  3. Kadang-kadang melihat peta digital terlalu lama di laptop dan di HP bisa berakibat buruk bagi kesehatan.
  1. AL
    October 10, 2011 at 12:56 pm

    Wah terima kasih infonya.. Nampaknya sy akan bnyak berkunjung di blok ini krn thesis sy ttg GIS tp basic sy Enviro.. Jd kurang nyambung.. Ya kpn2 klo ada masalah bs jd tutor sy ya.. Mksih..^^b

    • October 16, 2011 at 9:48 pm

      Hehe, sama-sama AL…^^ Saya juga masih dalam proses belajar…

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: